Peneliti UAD Ciptakan “Hotstage Pintar” Layar Sentuh untuk Uji Obat, Dukung Kemandirian Kesehatan Nasional
YOGYAKARTA – Tim peneliti dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengembangkan inovasi alat laboratorium bernama Hotstage Microscopy Touch Screen. Alat ini dirancang khusus untuk mengukur titik lebur, menganalisis karakteristik, serta memastikan kemurnian bahan baku obat.
Pengembangan alat ini dilatarbelakangi oleh metode pengujian titik lebur konvensional menggunakan pipa kapiler yang dinilai memiliki tingkat akurasi yang rendah. Sementara itu, alat uji alternatif di pasaran seperti Differential Scanning Calorimetry (DSC) umumnya dijual dengan harga yang sangat mahal dan harus diimpor dari luar negeri. Melalui program ini, UAD menghadirkan alternatif hotstage dengan harga yang lebih terjangkau.
Kesungguhan tim peneliti UAD dalam melindungi dan menghilirisasi teknologi ini tercatat dalam dokumen kekayaan intelektual. Berdasarkan contoh dokumen permohonan paten bernomor S00202411076, Hotstage Pintar ini merinci integrasi mikroskop polarisasi yang diletakkan di atas penampang panas dengan kamera khusus. Inovasi paten ini memungkinkan pengamat melihat perubahan fisik bahan baku obat secara langsung melalui layar LCD terintegrasi, tanpa perlu lagi menyambungkannya ke PC atau laptop.
Ketua pengusul inovasi, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., bersama Dr. Arif Budi Setianto M.Si dan Ir. Arsyad Cahya Subrata, S.T., M.T., merancang alat ini dengan berbagai fitur unggulan. Beberapa di antaranya adalah layar sentuh interaktif untuk memudahkan pengaturan suhu, pemantauan real-time, kontrol suhu yang presisi, hingga kemampuan merekam data visual proses peleburan untuk analisis lanjutan.
Lebih lanjut, inovasi ini diharapkan mampu menekan angka ketergantungan laboratorium dalam negeri terhadap alat Hot stage Microscopy impor. Hilirisasi produk ini tidak hanya ditargetkan untuk mewujudkan kemandirian obat secara nasional, tetapi juga diharapkan dapat menjembatani teknologi dari perguruan tinggi ke dunia industri, serta meningkatkan daya saing perusahaan dan membuka lapangan kerja baru.
Proyek inovasi ini sendiri telah mendapat dukungan pendanaan melalui Program Dana Padanan 2024 dari LPPM UAD.


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!