Implementasi di Lapangan
Smart Hybrid Solar Dome Dryer (SHSDD) adalah inovasi pengeringan modern hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah. Dikembangkan oleh tim riset Universitas Ahmad Dahlan dengan dukungan penuh dari berbagai pihak nasional, SHSDD menjadi wujud nyata sinergi riset akademik dan kebijakan pemerintah untuk menghadirkan solusi pengeringan yang efisien, berkelanjutan, dan siap diterapkan di sektor industri maupun masyarakat.
Keunggulan SHSDD juga telah memperoleh rekognisi resmi. Teknologi ini sudah terdaftar dan mendapatkan paten (granted), serta hasil-hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi. Dengan demikian, SHSDD bukan hanya sekadar inovasi teknis, tetapi juga solusi teruji secara ilmiah yang siap menjawab tantangan pengeringan modern secara lebih efisien, higienis, dan berdaya saing.
SHSDD dirancang untuk menjawab tantangan petani dan industri terkait pengeringan yang selama ini sangat bergantung pada cuaca. Dengan mengombinasikan energi surya bersama blower pemanas dan dehumidifier, proses pengeringan tetap stabil meskipun kondisi cuaca tidak menentu. Dibanding metode konvensional yang membutuhkan 4–5 hari, SHSDD mampu memangkas waktu menjadi hanya 2–3 hari, dengan hasil yang lebih higienis, berkualitas, dan sesuai standar mutu.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa kadar air biji kakao yang dihasilkan lebih rendah (5,56% vs 6,94%), warna lebih seragam, dan angka mikroba jauh di bawah ambang batas SNI, menjadikan produk lebih layak jual dan memiliki daya simpan lebih lama. Selain itu, penerapan sistem IoT monitoring memungkinkan suhu dan kelembapan ruang pengering dipantau secara real-time melalui perangkat digital, memberikan kendali penuh kepada petani dalam menjaga kualitas produk.
Tabel 1. Hasil Perbandingan Pengeringan Biji Kakao
| Indikator | Metode Konvensional | SHSSD | Nilai Standar | Acuan |
|---|---|---|---|---|
| Waktu Pengeringan (hari) | 4–5 | 2–3 | – | SNI 01-2323-2022 |
| Kadar Air (%) | 6,94 | 5,56 | maks 7,5 | SNI 01-2323-2022 |
| Angka Lempeng Total Mikroba (koloni/gr) | 125 | 95 | maks 5000 | SNI 3747-2013 |
Visualisasi Perbandingan Data
1. Waktu Pengeringan (Hari)
Waktu pengeringan dengan SHSDD lebih cepat (2-3 hari) dibandingkan dengan metode
konvensional (4-5 hari).
2. Kadar Air (%)
Kadar air hasil SHSDD lebih rendah (5.56%) dibandingkan dengan metode
Konvensional (6.94%).
3. Total Mikroba (Koloni/gr)
Kedua metode masih jauh di bawah batas maksimum 5000 koloni,
namun SHSDD lebih higienis.
Indikator Warna:
Metode Konvensional
SHSDD
Gambar 1. Perbandingan Fisik dan Warna Biji Kakao
Dengan inovasi ini, petani tidak hanya memperoleh efisiensi waktu dan kualitas produk yang unggul, tetapi juga nilai tambah ekonomi melalui harga jual yang lebih baik. SHSDD menjadi contoh nyata bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara langsung untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri.


